Telp: (024) 8508092

Beranda » Berita » Klarifikasi atas Pemberitaan Express Vol. 6 No. 5, 24 April 2008

Klarifikasi atas Pemberitaan Express Vol. 6 No. 5, 24 April 2008

Suwardi | Kamis, 24 April 2008 | 16:42:47 WIB | Sikadu | dibaca 3005 kali

Berikut ini adalah klarifikasi admin SIkadu terhadap pemberitaan Express Volume 6 Nomor 5, 24 April 2008 tentang Semrawutnya Pemasukan Nilai SP. Klarifikasi ini telah dikirimkan ke email redaksi Express: [email protected] pada Kamis, 24 April 2008 pukul 4:24:52 PM.

To: [email protected]
Cc: kang sugy ; Wahyu Hardyanto ; Supriadi Rustad 
Sent: Thursday, April 24, 2008 4:24:52 PM
Subject: Tanggapan Pemberitaan di Express edisi 24 April 2008
Yth. Redaksi Express
BP2M Unnes

Menanggapi pemberitaan yang ada di express edisi 24 April 2008, kami atas nama administrator SIkadu, menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi:
1. Pada kalimat pertama halaman 1 di berita utama: "Jalur pemasukan nilai semester pendek (SP) mahasiswa terbengkalai sejak diberlakukan sistem online".
Tahukan Anda dengan proses pengadministrasian nilai SP yang telah dilakukan oleh prodi se Unnes? Nilai SP belum pernah sekalipun dimasukkan ke Sikadu. Semua nilai SP dikelola oleh jurusan/prodi. Jika saat ini dengan Sikadu prodi dan jurusan diberikan kesempatan untuk memasukkan nilai SP mahasiswanya apakah ini menghambat pemasukan nilai? apakah nilai mahasiswa menjadi terbengkalai? Coba redaksi cermat dalam melakukan analisis berita serta lebih giat mencari informasi yang benar.

2. Pada kalimat ke-3 paragaraf pertama, dituliskan bahwa "puskom memberi waktu dua hari untuk validasi nilai SP pada (8-9/4)". Menanggapi hal ini coba lihat, baca, dan cermati surat Rektor Unnes No. 1035/H37/PP/2008 tanggal 19 Februari 2008 tentang pemrosesan transkrip (baca pula surat rektor Unnes nomor 1248/H37/PP/2008 tanggal 28 Februari 2008). Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa nilai semester pendek yang pernah diselenggarakan oleh Jurusan/Prodi harus dimasukkan ke SIkadu. Setelah nilai dicetak dan divalidasi oleh ketua jurusan dan pembantu dekan 1, maka berkas cetakan tersebut diserahkan ke Puskom untuk dilakukan verifikasi. Nah Jadi tidak benar jika hanya disediakan dua hari. (mohon jika menulis itu sertakan sumbernya agar tidak salah kutip). SBVT tidak hanya bergantung pada nilai SP. Jika nilai SP diadministrasikan dengan baik, maka jurusan atau prodi tidak kesulitan dalam menginput nilai SP tersebut.

3. Langkah "pemaksaan" pemasukan nilai SP pada tahap ini dilakukan karena universitas sudah mencoba tiga kali meminta jurusan dan prodi memasukkan nilai SP. Namun format data dalam bentuk spreadsheet yang harus diisi oleh prodi juga tidak bisa dilakukan. Ada sebagian yang memasukkan namun terjadi banyak kesalahan NIM saat diverifikasi. Dengan demikian langkah pemasukan nilai SP langsung ke Sikadu merupakan langkah yang paling mudah.

4. Paragraf keempat. Kekacauan nilai SP tidak disebabkan oleh perubahan sistem manual ke komputer. Unnes sejak lama (tahun 80an) memakai sistem komputer untuk mengadministrasikan nilai. Kekacauan nilai SP diakui ataupun tidak karena kesemrawutan administrasi jurusan atau fakultas, tidak dipatuhinya aturan penyelenggaraan semester pendek, dan lemahnya pengawasan. Dahulu, nilai SP diinput ke transkrip setelah mahasiswa dinyatakan lulus oleh jurusan/prodi. Transkrip baru bisa dibawa pulang setelah menunggu 3 sampai empat bulan kemudian. Sekarang dengan setengah dipaksa, semua wisudawan sudah dapat membawa ijazah dan transkrip saat wisuda di fakultas.

5. Tanggapan editorial halaman 2. Apakah wisudawan benar-benar menjadi korban mekanisme penginputan nilai SP? Lihat item ke-4 di atas. Tidak benar jika kurikulum yang berbeda menyebabkan pengurusan nilai SP menjadi sulit. Mekanisme pengambilan MK SP tentu sudah melalui persetujuan dosen wali dan ketua jurusan. Jadi jika MK tersebut tidak cocok dengan MK yang seharusnya ada di kurikulum mahasiswa yang bersangkutan, masih ada jalan ekivalensi mata kuliah. Ekivalensi MK juga yang berwenang adalah prodi.

Saran kami, smeoga redaksi bisa lebih teliti dan lebih giat lagi dalam menggali informasi sebelum ditulis dalam pemberitaan (kasus klarifikasi saya soal smart card Unnes, express 11 april 2008 (jika tidak keliru) juga tidak mendapatkan tanggapan). Dengan demikian informasi yang ditangkap oleh pembaca menjadi lebih obyektif. Email ini juga agar menjadi perhatian bagi BP2M, untuk bisa menugaskan redaksi yang mau belajar lebih profesional. Karena jika hanya mengejar aspek provokatif saja, maka media ini menjadi kontraproduktif dengan semangat yang dibangun Unnes.

Salam,

===================================
SUGIYANTO
http://kangsugi.unnes.ac.id
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Jl. Raya Sekaran, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
telp. 024 8508034

UPT Komputer Unnes
Gedung H Lantai II, Kampus Sekaran Unnes
Telp. 024 8508083
Mudah-mudahan klarifikasi ini semakin memperjelas permasalahan yang ada.


Jam Kerja

Senin - Kamis 07.00 - 16.00 WIB, istirahat 12.00 - 13.00 WIB

Jumat 07.00 - 14.30 WIB, istirahat 11.00 - 13.00 WIB

Kontak Kami

Telepon: (024) 8508092
Fax: (024) 8508084
Email: [email protected]

BAKK UNNES Gedung Rektorat Lantai 1, Kampus Sekaran, Gunungpati Semarang - 50229